MagzNetwork

Aku belajar, reality game

Posted by Anyndhia Nuraliefia | 3:10 AM | | 0 comments »

3724 Aku belajar reality game, sebagai player pakah untuk dipermainkan Allah ato untuk bermain dengan Allah ato bermain sebagai Allah …….

Hidup selayaknya sebuah game, kurasa dari situlah developer game membuat suatu game play dari imajinasi bahkan sebuah reality ( conto : the sims ) akan tetapi sebagai player apakah kita harus selalu dalam posisi dan memposisikan diri sebagai obyek pemain saja, memainkan semua game play yang disodorkan developer game – consumer game, bila kalah menggerutu, ngomel, bahkan bila kalah melulu bilang aja game playnya jelek, grafisnya jelek. Kalaupun menang bersorak, nepuk dada.

Hidup selayaknya sebuah game, kalo maen game masih bisa diulang dari awal permainan ato ditengah permainan – game over bisa ngulang lagi, tapi hidup tidak – game over is dead. Sama halnya diatas apakah dalam hidup ini kita sebagai player dalam posisi ato memposisikan diri sebagai obyek pemain saja, apabila alur hidup enak kita jalani dengan enak hingga terbuai tanpa memaknai hidup yang telah diberikan Allah, bila alur hidupnya seneng ya bersorak, menepuk dada, ini gue – smart, cakep, sehat, tajir, apa aja gue punya, tapi saal game playnya susah lagi kena musibah, udah mati kutu jadinya, meratapi nasib, nyalahin takdir, nyalahin diri sendiri, nyalahin emak-babe kenapa gak jadi orang kaya, bahkan nyalahin Allah yang gak adil gak sayang, katanya Ar Rahmaan – Ar Rahiim kok hidup gue dibuat begini …….

( sebagai player untuk dipermainkan Allah )

Maen game bila piawai selalu memenangkan setiap game yang dimainkan. Hidup bila alurnya serba ada bahkan berlebih akan berasa dipuncak menara yang paling tinggi, tinggal tunjuk ada yang jalanin, apa yang terucap terlaksanakan, bahkan belum mikirpun para pembokat yang berjejer sepuluh biji sudah siap sedia melakukan segala yang belom diperintahkan. Apa saja bisa dibeli, bahkan nyawa juga bisa dibeli. Apakah kita jadikan diri kita manusia yang sok, sombong tak tahu hakikat diri bahwa semua ini adalah pemberiannya yang satu saat dapat dicabut seketika tanpa kasih email sebelumnya.

Dengan segala karunia-Nya itu apakah menjadikan kita bermain sebagai Allah, istigfar man

( sebagai player untuk bermain sebagai Allah )

Maen game kadang terasa sulit kadang terasa mudah, emang dari developernya dibuat begitu biar kagak bikin bosan - jenuh. Yang pasti mereka membuat suatu jalan agar game itu bisa diselesaikan, ( pake aja cheat code – beres…..) Bukan hasil akhirnya suatu game itu yang bikin kita felling – this great game. Tapi apakah bisa kita belajar – memaknai – memahami bahwa game ini membelajarkan apa pada kita untuk diaplikasikan di kehidupan. Gue kira itu hal utama yang dipikirkan developer game selain segi finansial karna mereka butuh makan juga.

Hidup pun demikian, kadang terasa sulit kadang terasa mudah, terasa sulit bagi yang tak mau belajar memaknai hidupnya dan terasa mudah bagi yang menyelaraskan diri dengan kehidupannya. Untuk mencari sejatining diri – sejatining urip – urip sejati ( bahasa jawa ; kata kakek waktu kasih wejangan pada saya ) simplenya mencari hakikat hiduplah.

Bila memahami betul hakikatnya hidup terasa lebih indah, terasa Allah bukan sebagai musuh yang memberikan game play jelek pada kita, dan bukan sebagai bos setara Allah tapi Allah sebagai big bos kita terasa sebagai temen, temen curhat, temen maen – pokoknya ok lah gitu, gimana sih rasanya ditempat kerja bos kita enak diajak discus, sharing, menolong pecahin persoalan kerja kita atau gimana rasanya punya ortu yang baek, pengertian yang bisa kita ajak curhat blak-blakan, pahami perkembagan pribadi kita, bisa diajak bermain seperti kala kecil kita, tapi kita tetep ada sopan santunnya karna lebih tinggi dalam posisinya. Kalo ama Allah kan ada akidah dan syariahnya – aturan maennya juga, maen game kan juga gitu, tiga kali kalah game over – kurang lebihnya seperti itu…..

( sebagai player untuk bermain dengan Allah )

Pilihan ada di tanganmu

2453 Saya belajar bahwa dalam hidup ini tidak ada jawaban benar dan jawaban salah. Saya belajar bahwa dalam hidup ini kita cenderung membuat pilihan, setiap pilihan mempunyai konsekuensi. Jika kita tidak menyukai pilihan dan konsekuensinya, kita harus mencari sebuah pilihan baru dengan konsekuensi yang baru.

Saya belajar tentang pentingnya bersikap baik hati dan penuh kasih. Saya belajar bahwa terlalu banyak memiliki sikap yang satu atau yang lain atau hanya memiliki yang satu sikap dan tidak yang lainnya dapat membatasi diri. Seperti halnya terlalu banyak air bisa membuat tanaman mati, manusia dalam perilakunya seringkali dapat berayun terlalu jauh dalam satu arah atau arah yang lainnya.

Banyak orang hidup dalam dunia hitam dan putih atau dunia benar dan salah. Banyak orang akan menasihati anda “jangan pernah bertahan” sementara yang lain akan mengatakan “Tahanlah”. Tapi kunci untuk sukses dalam hidup adalah ; jika anda harus bertahan anda harus tahu persis betapa sulitnya untuk bertahan. Mengetahui dengan persis betapa sulitnya bertahan membutuhkan kecerdasan yang jauh lebih besar daripada hanya mengatakan ; “Jangan bertahan atau Bertahanlah”.

Kecerdasan sejati adalah mengetahui apa yang pantas daripada apa yang benar atau salah saja.

Saya sering diberi tahu bahwa sebuah koin mempunyai dua sisi. Saya tidak pernah melihat sebuah koin satu sisi, tetapi kita sering terlalu melupakan kenyataan itu.

Kita sering berpikir sisi di mana kita berada adalah satu-satunya sisi yang benar. Bila kita berbuat demikian mungkin kita pandai kita mungkin mengetahui kenyataan kita tetapi mungkin  juga kita justru membatasi kecerdasan kita.

Tuhan memberi kita sebuah kaki kanan (right) dan sebuah kaki kiri (left). Tuhan tidak memberi kita sebuah kaki yang benar (right) dan sebuah kaki yang salah (wrong). Manusia membuat kemajuan dengan pertama-tama membuat kesalahan pada yang kanan dan kemudian membuat kesalahan pada yang kiri. Orang yang berpikir mereka harus selalu benar adalah seperti orang dengan sebuah kaki kanan saja. Mereka mengira membuat kemajuan tetapi biasanya mereka hanya berputar-putar dalam lingkaran.

kaffa_seng Banyak orang mengatakan membuat suatu web apalagi blog lebih gampang semua tinggal klik, semua ada templatenya tinggal isi kontennya, tetapi apakah menjadi semudah itu bila yang kita buat tanpa ada satu tujuan – visi yang jelas, bila tidak maka konten maupun tampilannya jadi tidak jelas, tidak mengekspresikan diri kita.

Memang belum lama aku belajar nge-blog ( belum memakai jalur domain sendiri – cari gratisan dulu yang penting dapat ilmunya dulu sambil mengekspresikan apa yang diotak kita )

Berikut secuil-sekilas riwayat membuat blog itu ternyata ……..  gampang-gampang nyusahin, hal ini mungkin bisa menjadi tips sederhana, mungkin juga buat remaind buat yang sudah berpengalaman :

  • Fokuskan tema blog yang akan kita buat, dari tema itu kita bisa tarik benang merah untuk menentukan nama blog, isi, tampilan blog dari desain warna maupun aksesorisnya ( gambar, link ataupun yang lain ).
  • Menulis konten itu susah, mengapa dibuat susah ? pikirkan saja hal-hal kecil saja dulu pilih satu kata atau sebuah frase sebagai tema, tulislah tentang hal tersebut maka semua akan mengalir dengan sendirinya, seperti membuat memo tanpa perlu memikirkan berapa paragraf yang telah ditulis tetapi bahasan isi yang singkat dan jelas yang merupakan hasil sudut pandang kita  yang menjadi tujuan utamanya.
  • Cobalah mendalami fitur-fitur yang disediakan blogger kita, ternyata sangat banyak – sangat membantu dan banyak hal-hal kecil yang muncul menambah wawasan kita. Jangan terpengaruh ataupun terburu nafsu untuk dapat sekejap jadi kalau ilmu kode html, tag ataupun yang lain belum sampai, karena membuat blog adalah suatu seni hanya kita yang tahu seberapa tingkat kemajuan kita.
  • Jangan terperangkap iklan mendapatkan uang secara cepat dengan membuat blog karena menurut saya konten blog pada akhirnya menjadi tidak jelas, blog kita menjadi seperti papan reklame saja, belum lagi waktu yang tersita untuk mencoba – mencari situs yang mau beriklan di blog kita.

Mungkin itu secuil pengalamanku dan kini masih belajar dan belajar lagi, jangan pernah menyerah dan berhenti berharap bila blog kita tidak ada yang menjenguk setidaknya satu orang yang setia menjenguknya, yaitu kita sendiri, hehhehehhee…

Aku belajar, Cinta

Posted by Anyndhia Nuraliefia | 2:56 AM | | 0 comments »

3793
Aku belajar, bahwa aku tidak dapat memaksa orang lain mencintai aku, aku hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang aku cintai ……..


LOVE - CINTA apakah kata yang sudah kita pahami, masing-masing punya pengertiannya, dari pengalaman hidup makin membukakan arti cinta didalam diri kita, tapi apakah sudah benar arti itu, hanya kita yang bisa jawab tidak orang lain karna cuman diri yang pahami.

Saat kecil kita diajari cinta adalah kasih sayang, oleh orang tua ditanamkan untuk menyayangi orang tua, nenek kakek, ama sodara, bahkan ama musuh kita yaitu temen kita maen yang suka usilin kita, untuk itulah kenapa habis berantem tiada tunggu detik berjalan kita udah baekan pada maen lagi.
Beranjak remaja, cinta berubah, kita mulai cinta ama lingkungan kita, ama diri kita, ego kita, hanya secuil rasa kasih sayang masa kecil, bahkan ama orang tua kita kurang peduli, mulai suka berbantah karna ego berkembang, merasa bukan bayi lagi yang setiap saat dilindungi, dibilangin, dicerewetin, yang semua itu bikin empet, gue ingin buebass. Inilah gue, gue pingin unjukin diri gue.

Gue yang mulai belajar untuk mencintai temen sepermainan lebih dari arti temen, cinta monyet kata orang, tapi bener juga monyet bisa cinta-cintaan, sekarang aja monyet gak gaptek, udah bisa mainan HaPe, bentaran lagi bisa email, catting ama kamu, entar malahan bisa bikin Blog sendiri  smile_teeth 

Beranjak matangnya usia, arti cinta membingungkan kita, ada hal-hal yang mungkin bisa menguatkan cinta ada banyak yang menggoyahkan cinta, lingkungan makin berperan mendidik kita dengan tajam. Semua berbalik ke karakter diri seberapa jauh, tahan, matangnya jiwa untuk pahami. Belum tentu lingkungan keluarga yang baek, lingkungan gaul yang baik membuat seseorang tumbuh berkembang baek cintanya, be carefull dalam diri kita ada sifat psikopat, cinta akan sesuatu yang berlebihan, hingga bersifat merusak.
Makin tua makin nyadar atau malah jadi keblinger, gak punya rasa cinta lagi, terhapus ama ego, lebih cinta akunya, lebih cinta kedudukannya, lebih cinta kekayaannya, lebih cinta bininya bila bininya dilirik orang main kemplang aja kayak jaman remaja dulu malahan lebih parah lagi diliat dari segi caranya, lebih cinta anaknya sehingga jadi otoriter dalam mendidiknya.
Atau malahan udah terkikis , sebodo teung, yang ada jalani aja, semua juga tau apa yang telah aku jalani ini demi cinta, cinta ama keluarga, sodara, masyarakat tanpa lagi menumbuhkan rasa cinta sejati. Cinta kok dibahas, dipelajari dikembangkan inti sarinya, apa yang saya lakukan kerja banting tulang ( emang kerjaannya pedagang sapi ) demi keluarga, demi cinta saya pada keluarga, lupa untuk mengajarkan cinta itu pada dirinya, pada keluarganya, pada anaknya pada lingkungannya, sehingga bila ada anak bertanya pada bokapnya ( kayak lagu bimbo aja ) jadi gelagepan tak tahu harus ngomong apa, jadil gokil aja. Ada satu hal yang sangat penting dan teramat penting, ajaran pertama kali oleh orang tua kita bahkan kebanyakan orang tua kita juga lupa, CINTA pada ALLAH SWT, Sang Pencipta, boleh kita kehilangan cinta pacar, temen, bahkan sodara tapi untuk yang satu ini jangan deh, hidup berasa tiada arti, tiada kendali, tidak lagi berasa lebih berasa.

Cinta pada Allah SWT harus senantiasa kita gali, pelajari, pahami, agar kita makin yakin akan keberadaan-Nya, yakin akan rahmat-Nya tentunya Cinta-Nya, karena cinta Allah pada kita banyak perwujudannya, tak terhitung dan seringnya kita tak mampu pahami karena kita sendiri tak mau membuka nurani, hanya membuka mata saja untuk melihatnya, bila kita ditimpakan kesusahan yang menurut mata kita, akan tetapi tanpa mampu dan mau membuka nurani tuk melihat arti kesusahan yang menurut mata kita itu, maka yang ada susah melulu, jadinya DL ( Derita Loe ). Dengan puji syukur, alhamdullilah yang akan mempertebal cinta pada-Nya. Gimana Om konkretnya, startnya gitu loh, simple pelajari Al Qur’an meski satu ayat, baca, pahami, resapi, do it, itu lebih baek daripada hapal di luar kepala, la ya iya lah kitab Al Qur’annya kan diatas meja kagak ditaruh dikepala. mulai dari Surah pembuka, Surah Al Fatihah. Kalo yang itu udah hapal Om, anak kecil juga hapal, adik saya yang 3 taon aja fasih banget. But wait apa udah dipahami betul? Udah dilaksanakan nggak…. Hanya kamu yang bisa nerusin jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan kamu selanjutnya, hehhehe……

Semoga Allah senantiasa memberkahi kita dengan karunia cinta-Nya

Catatan cinta buat Dhea

Posted by Anyndhia Nuraliefia | 1:54 AM | | 0 comments »

3803 

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati

 

Suatu cerita dikala dulu, ada seorang bujang kere yang mencari kepribadian hidupnya – target hidupnya – tujuan hidupnya, penuhi target 29 meried or die, bukankah Allah menciptakan masing-masing berpasangan, maka ilmu itu dicoba untuk dipelajari, dijalani dan ditemukan.

So menginjak usia pertengahan 28 semakin gusar, boro-boro cewek – banci aja gak mau deketi  dicoba ngelaba kemana-mana mencari sigaring nyowo, tautan hati, playboy kampung diajak konsultasi, sampai frustasi sendiri – semboyan jiwa ; tak lagi pasang target, gak usah cantik, gak usah pinter, gak usah kaya (maksudnya untuk memperbaiki keturunan ) yang penting cewek, hehehehe……

Akhirnya ngelaba di internet, maen chatting tiap hari, semua chanel ditelusuri – hingga gang-gang sempit, berliku dimasuki, emang blom jodoh biar kata udah ada yang dapat ketemu muka gak ada yang nyantol, kali pada minder ngeliat tampangnya, ih sereeem..

Hari berganti, bulan berlalu, musim semi tiba, akhirnya Allah mengasihani hambanya juga ( inget wejangan kakek ; orang sabar disayang Allah ), ketemu di chanel embuh udah lupa yang diinget cuman orangnya aja. Lha namanya emang udah jodoh, jalannya ya kok makin lancar aja, biar rentang jalan yang ajuh memisahkan, walau pertemuan pertama di depan terminal dipagi hari yang habis hujan, belom mandi lagi cuci muka aja enggak, tapi pede aja, kalo emang jodoh ya pasti ketemu, lha orang kere kalo nggak( bonek ) bondo nekat, modal muka tembok mau modal apalagi, transportnya aja gratis, numpang temen yang ke Malang ( Jawa Timur ). Kita udah nekat eh dianya jaim, walah bikin turun HB darah aja, lemes… abis bla-bla, abis salaman – alus tangannya – wah cocok nih jadi ibunya anak-anak J waktu memisahkan, cheerio … but I promise to meet you again.

Chatting tetep, hanya komunikasi itu yang cepet and murah meriah ( abis numpang di warnet temen ) HaPe? belom jaman bro, nomor perdana aja bisa buat beli hape kamera sekarang. Janji harus ditepati, harus mulai ngumpulin rupiah, ada seribu diselipin dapat dua ribu ditabungin, jadi kuli dijalani demi masa depan – demi meneruskan darah keturunan kakek buyut, biar tidak jadi cucu durhaka.

Modal terkumpul, sekarang gak cuman modal dengkul aja, nyambangi tempatnya – biasa anak muda paling ngobrol diteras rumah, mau kemana lagi uang cuma cukup buat ongkos pulang pergi, miskin amat ya. Tapi ada kebanggaannya modal sendiri bro kagak minjem dari temen apalagi dari Ortu.

Hingga saatnya tiba, sidang tertutup dibuka pamannya sebagai hakim agung ( dia tinggal ama pamannya ) cuman satu kalimat pertanyaan yang bikin HB darah turun drastis di bawah titik beku, “ maksud kamu datang subuh pulang malam ( emang kita maksimalkan waktu untuk ketemu abisnya aku di Jawa Tengah dan dia di Jawa Timur – jalan jam 9 malam nyampe jam 6 pagi begitu juga pulangnya – 9 jam perjalanan – demi cinta  kalo serius cepetan bawa orang tuamu kemari paman pengen kenalan “ ( walah orang jawa nyuruh cepet ngelamar aja bahasanya kemana tau ) antara bersyukur dan bingung – bersyukur karena emang ini yang kita tunggu - bingung karena bawa nyokap ( ayahku sudah meninggal ) apalagi ngelamar pasti satu geng yang ngikut, biarin deh entar aja dipikirin, “ OK Om dua minggu lagi saya datang ama nyokap and the gang’s. “

Ngeloby sodara kesana kemari dengan muka memelas, akhirnya jadi nikah juga… Alhamdulliah sampai sekarang, berhasil menghasilkan penerus darah keturunan kakek buyut, itu noh gambarnya di header web, imut kan, siapa dulu donk sponsornya.

ayah Uwie & bunda Lily

Buat anakku rejeki, hidup, mati ditangan Allah – bersabar, belajar, berusaha dan berdoa terus untuk tercapai cita-citamu, semoga engkau lebih dipermudah jalanmu… amien